bener gak sih?
20.09.00 Posted In rohisQ 0 Comments »
sebenernya q dah gak mau lagi ngurusin y kayak gini. tapi mau cemana lagi,,, ni dah jadi amanah buat q.
sejak aq masuk di smansa, status q adlah "jembatan" antara rohis dan alumni.
kemarin2 malah mereka nanyain terus ttg rohis. q dah coba sms ketuanya tapi jawabannya gak seperti yang q harapkan. dia cuma bilang mengenai program yanng gak beres, dan promosi kalao dia gak bisa ngatur waktu.
itu dia masalahnya,,,
kalau seorang ketua dah gak bisa ngatur waktu, semua bakalan berantakan.
sebenarnya ada sedikt penyesalanku yang telah memilihnya sebagai ketua, dan pengurus osis.
mungkin dia pikir bahwa dia masuk osis itu adalah karena bakatnya, itu salah besar.
waktu itu mukhary bingung mau milih siapa. dia tanya ma q, kebetulan dulu q meliatnya sebagai seorang yang bisa memimpin.
rencana q masukin dyke osis dan jadiin ketua rohis itu cuma satu, agar dia bisa lebih dekat ma pembina rohina yang merangkap sebagai pembina osis juga
ternyata dia gak bisa seperti q ketika aku juga pengurus osis.
banyak pengurus rohis yang bilang kalau dia sering memutuskan sesuatu sendiri.
pa bener sih? kalau gitu adaya, wajar za pengurus yang laen pada ngambek.
trus kalau menurut q,,,
dia juga gak bisa memanagemant waktu, kurang komunikasi dgn anggota.
sebenernya q pengen banget cerita banyak mengenai ini, tapi dia gak punya waktu.
ni lagi, kayaknya bakalan berbenturan antara 17-an, isra' mi'raj, dan sanlat.
sebenernya gampang za ngatasi nya.
dulu q juga pernah ngalamin ini, ni caranya...
sie ketakwaan ntu kan ada 2 orang, jadi bisa di bagi tugas.
yang lebih punya pengaruh di rohis ntu harus konsentrasi penuh untuk acara phbinya, dan yang satu lagi bantu2 di acara 17-an.
jangan peduliin apa kata nak osis yang lain kalau kamu gak aktif untuk bantu acara 17-an, yang pnting program rohis lancar. bukankah 17-an ntu program sie yang lain? kan gak sepenuhnya harus di bantu ma sie ketakwaan. begitu juga dgn acara phbi, itu acra yang harus sepenuhnya dapet perhetian dari sie ketakwaan.
intinya, pinter2 bagi tugas za.
trus kalau masalah nak rohis yang ngambek, jangan terlalu di bawakan kali.
anggap za mereka seperti biasa. ajak kembali mereka untuk semangat.
undang mereka untuk pembentukan panitia, dan jangan pernah bikin mereka kecewa lagi.
sejak aq masuk di smansa, status q adlah "jembatan" antara rohis dan alumni.
kemarin2 malah mereka nanyain terus ttg rohis. q dah coba sms ketuanya tapi jawabannya gak seperti yang q harapkan. dia cuma bilang mengenai program yanng gak beres, dan promosi kalao dia gak bisa ngatur waktu.
itu dia masalahnya,,,
kalau seorang ketua dah gak bisa ngatur waktu, semua bakalan berantakan.
sebenarnya ada sedikt penyesalanku yang telah memilihnya sebagai ketua, dan pengurus osis.
mungkin dia pikir bahwa dia masuk osis itu adalah karena bakatnya, itu salah besar.
waktu itu mukhary bingung mau milih siapa. dia tanya ma q, kebetulan dulu q meliatnya sebagai seorang yang bisa memimpin.
rencana q masukin dyke osis dan jadiin ketua rohis itu cuma satu, agar dia bisa lebih dekat ma pembina rohina yang merangkap sebagai pembina osis juga
ternyata dia gak bisa seperti q ketika aku juga pengurus osis.
banyak pengurus rohis yang bilang kalau dia sering memutuskan sesuatu sendiri.
pa bener sih? kalau gitu adaya, wajar za pengurus yang laen pada ngambek.
trus kalau menurut q,,,
dia juga gak bisa memanagemant waktu, kurang komunikasi dgn anggota.
sebenernya q pengen banget cerita banyak mengenai ini, tapi dia gak punya waktu.
ni lagi, kayaknya bakalan berbenturan antara 17-an, isra' mi'raj, dan sanlat.
sebenernya gampang za ngatasi nya.
dulu q juga pernah ngalamin ini, ni caranya...
sie ketakwaan ntu kan ada 2 orang, jadi bisa di bagi tugas.
yang lebih punya pengaruh di rohis ntu harus konsentrasi penuh untuk acara phbinya, dan yang satu lagi bantu2 di acara 17-an.
jangan peduliin apa kata nak osis yang lain kalau kamu gak aktif untuk bantu acara 17-an, yang pnting program rohis lancar. bukankah 17-an ntu program sie yang lain? kan gak sepenuhnya harus di bantu ma sie ketakwaan. begitu juga dgn acara phbi, itu acra yang harus sepenuhnya dapet perhetian dari sie ketakwaan.
intinya, pinter2 bagi tugas za.
trus kalau masalah nak rohis yang ngambek, jangan terlalu di bawakan kali.
anggap za mereka seperti biasa. ajak kembali mereka untuk semangat.
undang mereka untuk pembentukan panitia, dan jangan pernah bikin mereka kecewa lagi.




0 komentar:
Posting Komentar